Lo pernah nggak sih, ngerasa kalau streetwear sekarang itu… gitu-gitu aja? Iya, kayak semuanya sama. Logo gede di depan, warna hitam-putih, modelnya itu-itu melulu. Lo beli, lo pake, trus lo lupa. Fast fashion versi mahal.
Gue juga pernah ngalamin fase itu. Bosen. Sampe suatu hari, gue nemu satu brand dari London. Namanya NVLTY—dibaca “novelty”, tapi tanpa huruf vokal . Awalnya gue kira cuma brand Instagram biasa yang numpang viral. Tapi pas gue gali lebih dalem, ternyata ada cerita yang bikin gue berhenti scrolling.
NVLTY ini bukan sekadar streetwear biasa. Mereka bawa sentuhan British elegance yang subtle, nggak norak, tapi ngena banget. Dan yang paling keren? Mereka bikin baju buat dirinya sendiri, bukan buat ngejar tren. Filosofi ini yang bikin gue auto respect.
London Vibe, Tapi Bukan Sekadar “London”
Gue jelasin pelan-pelan. NVLTY didirikan tahun 2014 oleh dua anak muda, Jonah Smith dan Jacob Hungo . Waktu itu mereka masih di sixth form (semacam SMA akhir di Inggris), iseng-iseng bikin blog fashion bernama Novelty UK. Blognya lumayan sukses—dalam tiga bulan dapet 10.000 followers . Dari situ, mereka mulai mikir, “Kenapa nggak bikin brand beneran?”
Nah, yang bikin unik, mereka nggak punya latar belakang desainer. Jonah memang punya sedikit background karena mamanya sekolah fashion, tapi Jacob? Nol besar. Dia bahkan nggak tau gimana cara bikin baju dari kain . Tapi justru dari situlah keautentikan lahir. Mereka belajar dari nol, bikin dua kaos pertama, dan mulai jualan .
Sekarang, coba lo liat koleksi mereka. Nggak ada yang “sok-sokan” London banget. Nggak ada gambar Big Ben atau bus tingkat. Tapi lo bisa ngerasain vibe-nya. Potongan yang rapi, pemilihan bahan yang berkualitas, dan detail-detail kecil kayak paneling di celana cargo atau resleting asimetris. Itu yang gue sebut British elegance. Elegan, tapi santai. Kayak pria London yang pake jas rapi tapi sneakers.
“Kita Bikin Buat Kita Sendiri”—Bukan Sekadar Slogan
Lo tau filosofi paling penting dari NVLTY? Ini dia: waktu ditanya target konsumennya siapa, Jonah dan Jacob jawab singkat: “Diri kami sendiri.” Jonah bilang, “Kalau kita nggak bisa pake, itu nggak bakal keluar.” Jacob nambain, “Ini semua seni. Lo harus berdiri di belakang karya lo sendiri” .
Ini beda banget sama brand lain yang riset pasar dulu, liat tren warna apa yang lagi viral, baru bikin. NVLTY bikin apa yang mereka sendiri pengen pake. Hasilnya? Desain yang nggak pasaran. Nggak bakal lo temuin baju NVLTY yang modelnya mirip-mirip sama punya brand A, B, C.
Mereka sadar betul bahwa jadi “desainer” itu kayak musisi. Lo harus percaya sama karya lo sendiri. Kalau lo aja nggak suka, gimana mau nyuruh orang lain suka?
Tiga Koleksi yang Nunjukin “British Elegance” Itu Sendiri
Biar lo makin paham, gue kasih tiga contoh koleksi NVLTY yang menurut gue paling nunjukin sentuhan elegan khas Inggris itu.
Contoh 1: Flannel yang Jadi Staple Piece
Inget interview Jacob sama GUAP? Dia bilang, “Kunci sebenarnya adalah bisa bikin sesuatu yang simpel. Kedengarannya gampang, tapi nggak” . Nah, salah satu yang paling sukses dari mereka adalah flannel shirt. Bukan flannel biasa yang lo pake buat grunge-grungan. Flannel NVLTY punya potongan yang rapi, bahan yang adem, dan warna-warna yang nggak mencolok. Mereka nggak mencoba terlalu keras bikin sesuatu yang gila. Mereka bikin sesuatu yang “mudah dipakai” . Itu esensi British elegance: understated, but quality.
Contoh 2: Biker Cargos yang Jadi Viral
Lo pasti pernah liat celana cargo dengan efek biker—panel-panel dan resleting di samping. Nah, NVLTY punya versi yang dulu sempat viral di Instagram. Pants ini hadir dalam tiga warna: Black, Beige, Olive . Yang bikin beda? Bahan stretch twill yang jatuhnya enak di kaki. Nggak kaku, nggak terlalu ketat. Siluetnya skinny, tapi karena bahannya elastis, gerak tetep leluasa . Ini perpaduan antara fungsi (cargo, banyak kantong) dengan estetika modern (efek biker). Keren, kan?
Contoh 3: Panelled Track Pants
Ada review dari seorang pembeli di Amerika yang ngetes langsung Panelled Track Pants-nya NVLTY. Dia bilang, ini adalah alternatif terbaik dari Adidas Tiro Training pants yang sering dia pake. Bedanya, NVLTY lebih tebal dari Tiro, tapi nggak setebel sweatpants biasa. Jadi, nyaman dipakai di musim semi, gugur, bahkan sebagian musim dingin. Kualitas bahannya “superb” dan setelah dipake bertahun-tahun (dia beli 2019) masih utuh sampe sekarang . Ini bukti kalau NVLTY nggak main-main sama kualitas. Mereka pengen baju yang lo cherish buat waktu lama, bukan yang cepet rusak .
Data dan Statistik: Bukan Sekadar Iseng
Mungkin lo mikir, “Ah, paling brand kecil-kecilan.” Tapi coba lo simak:
- Didirikan: 2014 di London .
- Awal mula: Blog fashion dengan 10.000 followers dalam 3 bulan .
- Produk: Menjual hoodie, t-shirt, jaket, shorts, cargo, jeans, trackpants, sepatu, aksesoris (tas, kaus kaki, kacamata) .
- Jangkauan: Awalnya khusus pria, sekarang sudah punya lini wanita dan menjual secara global .
Angka 10.000 followers dalam 3 bulan itu penting. Itu nunjukin bahwa mereka paham marketing sejak awal. Jacob, yang jago urusan media sosial, tau gimana membangun brand image . Di era di orang ngira sosial media nggak penting, mereka udah ngejalaninnya dari 2014.
3 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pecinta Streetwear (Common Mistakes)
Nah, ini penting. Banyak yang salah paham soal NVLTY atau streetwear pada umumnya. Catat poin-poin ini.
- Mikir “Logo Gede = Keren”. Ini mindset jadul. NVLTY justru jarang pake logo besar. Mereka lebih main di cut and sew, detail jahitan, dan pemilihan bahan. Kalau lo masih ngejar logo, lo bakal kelewatan brand-brand kayak gini yang sebenenrya punya kualitas lebih.
- Ekspektasi Instant Gratification. Dari review-review di Trustpilot, banyak komplain soal pengiriman yang lama dan customer service yang kurang responsif . Memang, NVLTY punya masalah di operasional. Mereka bukan Amazon. Produksi mungkin nggak selalu siap stok. Jadi, kalau lo pesen, siap-siap aja nunggu. Ini risiko beli dari brand independen yang masih tumbuh. Tapi inget, mereka mulai dari dua kaos dan modal nekat. Sabar dikit, gpp.
- Nggak Ngecek Ukuran dengan Benar. Ada review dari pembeli yang beli jeans, ikutin panduan ukuran di website, tapi pas dateng kegedean . Ini risiko beli online, apalagi brand luar. Tips dari gue: cari review di YouTube atau baca blog yang ngetes fitting. Atau siap-siap aja untuk retur—walau itu bisa ribet.
Tips Praktis Buat Lo yang Mau Tampil “British Elegance” Ala NVLTY (Actionable Tips)
Oke, lo udah tertarik. Ini cara lo bisa dapetin vibe NVLTY tanpa harus jual ginjal.
- Mulai dari Outerwear yang “Rapi”. British elegance itu soal outer yang jatuhnya enak. Cari blazer santai dari bahan wool atau katun tebal, atau jaket flannel dengan potongan yang nggak terlalu longgar. Paduin sama kaos polos dan sneakers putih. Lo udah keliatan lebih “dress up” tanpa usaha berlebih.
- Invest di Celana dengan Bahan Berkualitas. Lupakan skinny jeans belel. Cari celana chino atau cargo dengan bahan stretch twill yang jatuh rapi. Warna-warna earthy kayak olive, beige, atau navy. Celana yang enak dipandang itu fondasi outfit.
- Jangan Lupakan Aksesoris Sederhana. NVLTY juga jual aksesoris kayak tas dan topi . Tas selempang kanvas dengan desain simpel, atau beanie rajut polos, bisa nambah dimensi tanpa bikin rame.
- Ikuti Instagram Mereka. Cara terbaik buat ngelihat vibe terbaru adalah follow akun @NvltyLondon. Mereka rajin posting lookbook dan behind-the-scene. Lo bisa liat gimana mereka memadukan koleksi.
Jadi, Kenapa NVLTY Layak Masuk Radar Lo?
Di tengah gempuran brand yang cuma modal logo dan endorse artis, NVLTY hadir sebagai oase. Mereka ingetin kita bahwa fashion itu personal. Bahwa baju yang lo pake itu adalah perpanjangan dari diri lo, bukan sekadar tempelan tren.
Mereka mungkin nggak sebesar Represent atau brand London lainnya . Tapi justru di situlah letak keistimewaannya. Mereka masih dekat dengan akarnya: dua anak muda yang duduk di sixth form, saling tunjuk-tunjukan gambar di Tumblr, dan berani bilang “Ayo bikin brand sendiri” .
Jonah dan Jacob mungkin nggak menyangka akan sampai sejauh ini. Tapi mereka punya satu pegangan: percaya pada diri sendiri. Seperti kata Jacob, “Orang yang bilang dia bisa dan dia nggak bisa, dua-duanya bener” .
Jadi, lo mau jadi orang yang bisa nemuin brand keren kayak NVLTY, atau yang nggak bakal tau karena sibuk lihat logo doang? Pilihan di tangan lo. Tapi gue saranin, mampir ke website mereka. Siapa tau lo nemuin “diri lo” di salah satu koleksinya.


