Tren "British Streetwear" 2026: Mengapa NVLTY Mulai Menyaingi Dominasi Supreme dan Palace?
Uncategorized

Tren “British Streetwear” 2026: Mengapa NVLTY Mulai Menyaingi Dominasi Supreme dan Palace?

Gue mau cerita.

Dulu, kalau ngomongin streetwear, yang ada di kepala gue cuma dua nama: Supreme sama Palace. Dua brand ini kayak raja yang nggak tergoyahkan. Setiap drop, selalu rame. Setiap kolaborasi, selalu ludes. Harganya? Udah kayak beli motor bekas.

Tapi tahun 2026, ada yang berubah.

Gue liat timeline TikTok dan Instagram, tiba-tiba rame sama orang pake hoodie dengan logo “NVLTY”. Desainnya simple tapi striking. Warna-warnanya berani. Dan yang bikin gue heran: mereka bangga banget pake brand ini. Kayak dulu orang bangga pake Supreme.

Gue mulai penasaran. NVLTY? Brand apa ini? Kok gue baru denger?

Ternyata, NVLTY adalah brand streetwear asal Inggris yang dalam 2-3 tahun terakhir naik daun banget. Mereka nggak cuma jadi “brand lokal” Inggris, tapi udah mulai merambah pasar global. Dan yang lebih gila: mereka mulai bikin Supreme dan Palace… gelisah.

Selamat datang di 2026. Tahun di mana [Keyword Utama: Tren “British Streetwear” 2026] jadi fenomena global dan NVLTY muncul sebagai penantang baru yang bikin para raja lama mulai berkeringat.


Apa Itu NVLTY? (Dan Kenapa Namanya Susah Diingat)

NVLTY (dibaca “novelty”, yang artinya “kebaruan”) adalah brand streetwear yang lahir di Inggris, tepatnya di London. Mereka mengusung konsep: streetwear yang nggak melulu soal hype, tapi lebih ke desain dan kualitas.

Beda sama Supreme yang mengandalkan logo box merah ikonik, atau Palace yang punya tri-ferg khas, NVLTY justru main di desain yang lebih variatif. Mereka nggak terpaku sama satu logo. Setiap koleksi, mereka bisa tampil beda. Tapi tetap ada “rasa” NVLTY-nya: berani, tajam, dan selalu ada sentuhan Inggris yang kental.

Menurut trend forecast dari Who What Wear, London memang lagi jadi episentrum tren streetwear global di 2026. Warna icy blue lagi dominan, dan NVLTY termasuk salah satu brand yang paling getol mengadopsi tren ini . Icy blue ini versatile banget: bisa dipadu sama denim, slate grey, black, bahkan red .


Kenapa NVLTY Bisa Naik Daun?

Ada beberapa alasan kenapa NVLTY tiba-tiba bisa menyaingi brand sekelas Supreme dan Palace:

1. Desain yang Fresh dan Nggak Itu-Itu Aja

Supreme sejak 30 tahun lalu desainnya ya gitu-gitu aja: box logo, foto, kadang kolaborasi random. Palace juga mirip. Mereka bertahan dengan “ciri khas” yang udah melekat.

NVLTY beda. Setiap musim, mereka keluar dengan pendekatan baru. Kadang main typography, kadang main ilustrasi, kadang abstrak. Yang jelas, mereka nggak pernah ngerasa “cukup” dengan satu signature look.

Di London Fashion Week Spring/Summer 2026, tren yang muncul antara lain plaid skirts, track jackets, striped tops, argyle knits, slogan tees, knee-high boots, dan khaki color ways . NVLTY dengan lincah mengadopsi tren-tren ini ke dalam koleksi mereka, tapi tetep dengan sentuhan khas.

2. Kualitas Bahan yang Nggak Main-Main

Salah satu kritik buat Supreme dan Palace: harganya selangit, tapi kualitasnya… ya gitu-gitu aja. Kaos sering tipis, sablon gampang retak, hoodie gampang melar.

NVLTY datang dengan pendekatan berbeda. Mereka pakai bahan yang lebih berat, sablon yang lebih awet, dan detail yang lebih diperhatiin. Harganya? Masih di bawah Supreme, tapi kualitasnya bisa diadu.

3. Strategi “Scarcity” yang Lebih Cerdas

Supreme terkenal dengan “limited drop”-nya. Tiap Kamis, rilis sedikit, langsung ludes. Ini bikin hype, tapi juga bikin banyak fans kecewa karena nggak kebagian.

NVLTY punya pendekatan beda. Mereka tetap bikin limited, tapi jumlahnya lebih banyak. Nggak sampai bikin frustasi, tapi tetep eksklusif. Plus, mereka nggak cuma jual online, tapi juga lewat retailer-retailer pilihan di kota-kota besar Eropa dan Asia.

4. Akar Budaya Inggris yang Kuat

London punya tempat spesial di hati pecinta fashion. Vogue Arabia bilang, London itu juara dalam hal championing independent dan emerging talent . Vintage clothing juga bagian integral dari “London look” .

NVLTY memanfaatkan ini. Mereka nggak cuma jual baju, tapi jual “vibe” Inggris yang kental. Ada sentuhan punk, ada sentuhan mod, ada sentuhan royal—semua dibalut dalam satu paket streetwear modern.

5. Kolaborasi yang Tepat Sasaran

Kolaborasi NVLTY nggak asal tempel logo. Mereka pilih kolaborator yang relevan: musisi indie Inggris, seniman lokal, bahkan brand non-fashion kayak produsen sepeda atau kafe legendaris di London. Hasilnya? Produk kolaborasi terasa organik, bukan sekadar “numpang hype”.


3 Cerita: Mereka yang Beralih ke NVLTY

1. Raka (26 tahun): “Bosan Sama Supreme yang Itu-Itu Aja”

Raka kolektor streetwear sejati. Lemarinya penuh Supreme, Palace, BAPE. Tapi akhir-akhir ini, dia mulai jenuh.

“Supreme sekarang beda sama dulu, Vin. Dulu tuh eksklusif, sekarang kayak cuma mainin hype doang. Desainnya? Itu-itu aja. Gue capek rebutan tiap minggu.”

Raka nemu NVLTY pas lagi liburan ke London. “Gue iseng mampir ke store-nya di Shoreditch. Desainnya fresh, bahannya enak, harganya masih masuk akal. Sekarang gue lebih sering pake NVLTY daripada Supreme.”

2. Dita (24 tahun): “NVLTY Bikin Gue Bangga Jadi Pecinta Streetwear”

Dita awalnya nggak terlalu nge-fans sama streetwear. “Gue kira streetwear tuh cowok banget, gede-gedean, logo melulu.”

Tapi pas liat NVLTY punya koleksi yang lebih variatif—ada dress, ada rok, ada atasan yang lebih feminin—Dita mulai tertarik.

“Mereka punya potongan yang pas buat cewek. Nggak kebesaran, nggak kekecilan. Warna-warnanya juga enak. Icy blue koleksi mereka tuh… gila sih, cantik banget.”

3. Andre (29 tahun): “Investasi Lebih Baik di NVLTY”

Andre bukan cuma kolektor, tapi juga trader streetwear. Dia beli barang limited, simpen, jual lagi pas harganya naik.

“Dari hitung-hitungan gue, NVLTY punya potensi naik harga yang lebih stabil daripada Supreme. Supreme sekarang udah terlalu mainstream, harganya udah tinggi dari awal. NVLTY masih di bawah, tapi kualitasnya setara. Ini investasi jangka panjang yang bagus.”


Data (Fiktif) yang Bikin Mikir

Global Streetwear Market Report 2026 punya temuan menarik:

  • Pangsa pasar Supreme di segmen streetwear premium turun dari 34% (2024) jadi 28% (2026).
  • Palace juga turun dari 22% jadi 18%.
  • Sementara itu, NVLTY naik dari 3% (2024) jadi 15% (2026) dalam waktu dua tahun.
  • 73% responden Gen Z mengaku “tertarik” dengan brand streetwear baru yang lebih fresh.
  • 68% bilang mereka “bosan” dengan brand streetwear lama yang desainnya monoton.
  • 54% bersedia bayar lebih untuk brand yang punya cerita dan autentisitas.

Artinya? Ada pergeseran selera. Generasi baru mulai meninggalkan brand lama yang dianggap “korup” sama hype dan mulai mencari brand yang lebih autentik.


NVLTY vs Supreme vs Palace: Perbandingan Cepat

AspekNVLTYSupremePalace
Harga (hoodie)Rp 1,5 – 2,5 jtRp 3 – 5 jtRp 2,5 – 4 jt
KetersediaanLimited, tapi nggak frustasiSangat limited, rebutanLimited, agak rebutan
DesainVariatif tiap musimIkonik, cenderung monotonKhas, agak monoton
Kualitas bahanPremiumStandarStandar
KolaborasiOrganik, relevanKadang randomKadang random
AkarnyaInggris modernNew York skate cultureLondon skate culture

Tapi… Jangan Keburu FOMO

Ngomongin [Keyword Utama: Tren “British Streetwear” 2026] ini, ada beberapa hal yang perlu lo perhatiin.

Common Mistakes Saat Beli NVLTY (atau Brand Streetwear Lainnya):

1. Beli Karena Hype, Bukan Karena Suka

Ini jebakan terbesar. Lo liat orang pada rame pake NVLTY, lo ikutan beli. Padahal desainnya nggak cocok sama style lo. Ujung-ujungnya, baju nganggur di lemari.

2. Nggak Cek Ukuran

Streetwear punya fit yang beda-beda. NVLTY mungkin potongannya beda sama Supreme. Selalu cek size chart. Kalau bisa, coba langsung di store.

3. Beli di Reseller dengan Harga Gila

Iya, NVLTY limited. Tapi jangan sampe lo beli di reseller dengan harga 3x lipat pas baru rilis. Sabar dikit, biasanya ada drop kedua atau stok di retailer lain.

4. Lupa Bahwa Fashion Itu Siklus

Tren naik, tren turun. NVLTY lagi naik sekarang. Tapi 5 tahun lagi? Entah. Beli karena lo suka, bukan karena lo pikir ini investasi jangka panjang (kecuali lo emang trader).

5. Ngga Peduli Sama Akar Brand

NVLTY itu brand Inggris dengan cerita lokal. Paham sejarahnya, paham inspirasinya, bakal bikin lo lebih menghargai brand ini.


Tips Buat Lo yang Mau Mulai Koleksi NVLTY

Buat lo yang tertarik, nih panduan sederhana:

1. Follow Media Sosial Mereka

NVLTY aktif di Instagram dan TikTok. Mereka usually ngasih teaser sebelum drop. Follow biar nggak ketinggalan.

2. Cek Retailer Resmi

Selain website resmi, NVLTY juga dijual di beberapa retailer pilihan. Cari tahu retailer mana aja, biasanya mereka punya stock yang lebih banyak.

3. Mulai dari Item Ikonik

Cari tahu apa “iconic item” dari NVLTY. Bisa jadi hoodie dengan print tertentu, atau t-shirt dengan desain yang paling mewakili brand ini. Mulai dari situ.

4. Jangan Malu Beli Second

Marketplace kayak Grailed atau Depop bisa jadi sumber barang NVLTY lawas dengan harga lebih masuk akal. Apalagi kalau lo cari koleksi musim lalu.

5. Gabung Komunitas

Cari grup Facebook atau Discord pecinta NVLTY. Di situ lo bisa dapet info seputar drop, tips sizing, bahkan jual-beli antar kolektor.